TWILIGHT: definitely romance movie

yang pertama.baru aja nonton.hahaha.what a shame.hemm,100% i’m sure this is romantic genre of movie.sepanjang perjalanan film teruuuss menceritakan ‘kisah cinta’ bella-edward.dengan sedikit dibumbui hunting-hunting ga jelas.well,i give it rate 0f 6/10.semoga yang kedua lebih bagus.gila aja rate segini bela-belain nonton di bioskop.honestly,i really don’t like romantic movies.dan benar,setelah gw beres nonton film ini,give it a bet,give it a try,it still can’t change my opinion.

sebenarnya ada juga yang gw suka dari film ini.gw suka karakter bella.gw suka karakternya karena she isn’t like ‘gossip girls’ kind of girl.gw juga suka karakter keluarga bella.her dad.her mom.and also her FORKS friends.hahahaha.lucu.dari awal2 sampe akhir2 gw suka tingkah-tingkahnya.

dan yang ngga gw suka adalah kisah cintanya film bangeeeet.i mean,tiba2 aja edward punya chemistry sama bella.bahkan sejak pandangan pertama.duilee.edward juga sudah ‘dirancang’ ngga bisa reading bella’s mind.kenapa harus bella coba.film banget kan.hahaha.tapiiiii,gw suka quote edward soal bella:”but it’s you,your scent,it’s like a drug to me,YOU’RE LIKE MY OWN PERSONAL BRAND OF HEROIN”.wawawawawawa (berlebihan).quote of day!hahahaha.keren ngga sih.hahahaha.edward yang ‘vegetarian’ bener-bener thirsty with bella’s only blood.hahaha.that’s super!gw juga suka scene-scene saat bella-edward spending time together.hehehehe.termasuk scene yang dapet award ‘itu’.my friends know about it.finallyyyyyy i saw it.yey!

otherside,bagian-bagian yang ngga gw suka contohnya,bagian2 awal saat bella baru kenalan dengan edward.saat bella nyari tau siapa sebenarnya edward.terlalu dipaksakan.dan yang pasti,pas bagian hunting-hunting itu.waduuuuhh.ngga jelas dan ngga penting.mungkin tujuannya bagian itu untuk nyasih tau seberapa besar cinta edward ke bella kali ya.seberapa heroiknya dia nyelamatin bella.trus seberapa berbahayanya make relationship antar vampire-manusia.beuhh.well,menurut gw director film ini kurang jago dalam membuat struktur cerita (gila,gaya bener gw ngritik.hahaha).

whatever,lumayan lah untuk ditonton.apalagi untuk masa2 saat our oxytocin elevated.still i give it 6/10

WISHING FOR THE SEQUEL “THE TWILIGHT SAGA: NEW MOON”
semoga lebih complicated ceritanya.semoga lebih amazing alurnya (film yang alurnya menurut gw all thumbs up itu misalnya batman:the dark knight.edaaan).that’s all

question-question

my best trait…
I’m a perfectionist
and worst…
little hard to forget bad memories
friends describe me as…
smart :P
at 20 i was…
in college. studying
first thing i think of in the morning…
what i have to do today so today can be a useful day
and last thing at night…
God, i have to forget (for awhile) miseries i had today and before, so i can sleep okay
I’m proud of being Indonesian because…
Indonesia is full of cultures and natural resources. Most of Indonesian are humble and easy to smile :) and of course, Indonesia got so so many handsome and hot guy :D
and the thing that worries me the most…
sudden earthquake!no way!
i would like to surprise people…
by marrying blanco ha!
i laugh at…
comedy or comedic scene
i cry at…
touchy moment
my best teacher was…
experience is the best teacher
the talent i wish i had…
capable of playing guitar
my favorite place in the world…
my bed (lol)
favorite food…
tempe! nothing in the world as best as tempe!
favorite music…
rock.
I’m most afraid of…
bad luck!
I’m bored by…
doing nothing!
don’t ever call me…
hmm.don’t call me hmm
my motto in life…
it’s your life and it’s all up to you
my dream dinner guests…
mike shinoda! waaa…i really loveeeee this guy
i lie when…
don’t want others know the truth, or the truth is not good to tell
you know I’m angry when…
i get quiet
any regrets…
sort of
when i die…
i die in peace

(courtesy of Reader’s Digest. pertanyaannya dari majalah ini maksudnya)

PENYEDIAAN PELAYANAN UMUM PERKOTAAN YANG SESUAI PREFERENSI INDUSTRI KREATIF 5 SENTRA DI KOTA BANDUNG

ABSTRAK

Pasca otonomi daerah, pemerintah daerah semakin dituntut untuk menyediakan pelayanan sedekat mungkin dengan preferensi lokal residen dan lokal bisnis. Dengan mengetahui preferensi lokal, pemerintah daerah akan mampu menyediakan pelayanan yang efektif dengan alokasi sumberdaya yang efisien. Untuk konteks Kota Bandung, industri kreatif merupakan lokal bisnis yang layak untuk diperhitungkan. Potensi industri kreatif Kota Bandung, khususnya untuk produk fesyen (fashion) paling besar dibandingkan kota lainnya.

Sentra industri kreatif informal dengan produk utama fesyen di Kota Bandung terletak di kawasan kampung kota Cigondewah, Cibaduyut, Binong Jati, Suci, dan Cihampelas. Industri kreatif merupakan pelaku utama dan dominan dalam aktivitas produksi di kampung kota tersebut. Karena itu preferensi industri kreatif ini sangat penting untuk diakomodasi dalam rencana penyediaan pelayanan umum
perkotaan untuk sentra-sentra tersebut. Pada kenyataannya, preferensi industri kreatif belum terefleksi dalam rencana penyediaan pelayanan umum perkotaan untuk sentra-sentra industri kreatif tersebut.

Penelitian ini bertujuan mengkaji preferensi industri kreatif masing-masing sentra terhadap pelayanan umum perkotaan serta merumuskan mekanisme untuk merefleksikan preferensi tersebut ke dalam rencana penyediaan pelayanan umum perkotaan. Dengan adanya mekanisme yang tepat dalam merefleksikan preferensi tersebut, maka alokasi sumber daya menjadi lebih efektif dan efisien.

Penelitian ini menggunakan mix research methods, yaitu desk study dan survey research. Dalam desk study dilakukan kajian literatur sebagai landasan teori, landasan untuk survey research, dan penyusunan kuesioner secara tepat dan benar. Survey research dilakukan melalui penyebaran kuesioner sebanyak 150 kuesioner kepada industri kreatif di 5 sentra tersebut, dengan proporsi 30 kuesioner di masing-masing sentra. Sampel dipilih secara acak sederhana dari daftar populasi menggunakan mekanisme simple random sampling. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensi, analisis statistik preferensi, dan analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun iklim investasi di Kota Bandung mengalami peningkatan setelah otonomi daerah diberlakukan, industri kreatif masih merasa kurang puas terhadap penyediaan pelayanan umum perkotaan. Tetapi karena karakteristik loyal yang dimilikinya, industri kreatif 5 sentra memiliki kecenderungan untuk menerima kondisi pelayanan umum perkotaan apa adanya. Meskipun industri kreatif memiliki karakteristik loyal dan tingkat mobilitas yang rendah, dalam jangka panjang, kemungkinan industri kreatif untuk pindah ke kota lain tetap ada. Kemungkinan ini akan semakin besar apabila kondisi pelayanan umum perkotaan di Kota Bandung terus dibiarkan seperti apa
adanya.

Masing-masing sentra industri kreatif memiliki preferensi terhadap pelayanan umum perkotaan yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan karakteristik dari sentra-sentra tersebut yang berbeda pula. Untuk sentra Binong Jati, jenis pelayanan fisik dan non-fisik perkotaan yang seharusnya menjadi prioritas dalam penyediaannya adalah jaringan listrik dan kemudahan mendapatkan bantuan permodalan; untuk sentra Suci adalah jaringan air bersih dan jaminan keamanan; untuk sentra Cihampelas adalah jaringan air bersih dan kemudahan mendapatkan bantuan permodalan; untuk sentra Cibaduyut adalah jaringan air bersih dan kemudahan mendapatkan bantuan permodalan; serta untuk sentra Cigondewah adalah jaringan jalan dan jaminan keamanan.

Preferensi ini perlu direfleksikan dalam rencana penyediaan pelayanan umum perkotaan. Karakteristik industri kreatif yang cenderung memilih Hirschman’s loyal daripada Hirschman’s voice atau Hirschman’s exit, membuat inisiasi dari pemerintah kota dalam mengungkapkan preferensi ini, yang lebih diharapkan. Cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan upaya pengoptimalan dan pembentukan forum pengusaha, audiensi antara forum pengusaha dengan pemerintah kota, serta pembangunan kesepakatan yang melibatkan peran aktif dari industri kreatif dan pemerintah kota. Upaya-upaya ini perlu didukung dengan pengembangan survey-survey preferensi dan pelatihan-pelatihan kepada unit kerja
pemerintah.

Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi penyusunan rencana penyediaan pelayanan umum perkotaan untuk sentra-sentra industri kreatif di Kota Bandung. Penyediaan pelayanan umum perkotaan yang sesuai dengan urutan preferensi tersebut akan membuat alokasi sumberdaya menjadi efektif dan efisien. Dengan penyediaan pelayanan umum perkotaan yang sesuai dengan preferensinya, industri kreatif 5 sentra akan mendapat iklim berusaha yang lebih baik sehingga produktivitas mereka meningkat.

Kata Kunci: desentralisasi, industri kreatif, pelayanan umum perkotaan, 5 sentra, preferensi lokal, efektif efisien.